Kesehatan • Hemorrhoid
5 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Bikin Wasir Makin Parah
By Brilian Herda — Published

Pendahuluan: Wasir, Si "Masalah" yang Mengganggu
Wasir, atau dalam istilah medis disebut hemorrhoids, adalah masalah kesehatan yang sangat umum dialami oleh banyak orang, terlepas dari usia atau jenis kelamin. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah vena di sekitar anus meradang atau membengkak, mirip dengan varises yang terjadi di kaki. Gejalanya bisa beragam, mulai dari rasa gatal, tidak nyaman, hingga perdarahan saat buang air besar (BAB) dan benjolan yang terasa menyakitkan.
Banyak yang mengira wasir hanya disebabkan oleh kehamilan atau faktor keturunan. Faktanya, gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang sering kita anggap sepele memainkan peran sangat besar dalam memicu dan memperparah kondisi wasir. Tanpa disadari, aktivitas ringan yang kita lakukan setiap hari bisa menjadi bumerang yang membuat wasir semakin sulit untuk sembuh. Artikel ini akan mengungkap 5 kebiasaan sepele tersebut dan menjelaskan mengapa mereka diam-diam menjadi musuh bagi Anda yang rentan terhadap wasir.
Mengenal Wasir Secara Singkat: Internal vs. Eksternal
Sebelum membahas kebiasaan yang memperparah, penting untuk memahami jenis-jenis wasir. Secara umum, wasir dibagi menjadi dua:
- Wasir Internal: Terjadi di dalam rektum (saluran akhir usus besar). Jenis ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit karena area tersebut sedikit memiliki saraf perasa. Gejala utamanya adalah perdarahan tanpa rasa nyeri saat BAB, yang terlihat sebagai darah merah segar di toilet bowl atau tisu.
- Wasir Eksternal: Terjadi di bawah kulit di sekitar anus. Area ini memiliki banyak saraf sensitif, sehingga wasir eksternal seringkali menyebabkan gatal, nyeri, pembengkakan, dan perasaan tidak nyaman, terutama saat duduk.
Wasir bisa memburuk dari stadium 1 (perdarahan tanpa benjolan) hingga stadium 4 (benjolan tidak dapat dimasukkan kembali). Kebiasaan buruk yang akan kita bahas dapat mempercepat perburukan stadium ini.
Kebiasaan 1: Terlalu Lama Duduk di Toilet, Main Ponsel Jadi Biang Kerok
Di era digital ini, kebiasaan membawa ponsel ke toilet sudah menjadi hal yang wajar. Scroll media sosial, baca berita, atau balas chat sambil "beraksi" di toilet terasa seperti memanfaatkan waktu dengan efisien. Padahal, kebiasaan inilah yang diam-diam menjadi pemicu utama wasir.
Penjelasan Medis:
Posisi duduk di toilet, terutama toilet duduk, membuat area anus dan rektum berada di posisi yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan gravitasi menarik darah ke bawah dan meningkatkan tekanan secara konstan pada pembuluh darah di daerah panggul dan anus. Semakin lama Anda duduk, semakin lama pula tekanan ini berlangsung. Pembuluh darah yang terus-menerus teregang akan melemah, membengkak, dan akhirnya membentuk wasir.
Solusi:
- Buat Batasan Waktu: Usahakan untuk tidak lebih dari 5-10 menit di toilet. Jika setelah waktu itu belum juga tuntas, lebih baik keluar dan kembali lagi ketika dorongannya benar-benar datang.
- Tinggalkan Ponsel: Jadikan toilet sebagai zona bebas gadget. Fokuskan pikiran hanya untuk BAB.
- Gunakan Bangku Kaki: Menggunakan pijakan kaki kecil (seperti squatting stool) dapat membantu mengubah posisi usus menjadi lebih optimal untuk mengeluarkan feses, sehingga proses BAB menjadi lebih lancar dan cepat.
Kebiasaan 2: Mengejan Terlalu Keras Saat BAB
Kebiasaan mengejan dengan sekuat tenaga saat BAB sering kali dilakukan ketika feses keras atau sulit keluar. Tindakan ini seperti memompa balon dengan tekanan tinggi di dalam pembuluh darah anus Anda.
Penjelasan Medis:
Mengejan (valsava maneuver) meningkatkan tekanan intra-abdomen secara drastis dan mendadak. Tekanan ini langsung diteruskan ke pembuluh darah vena yang rapuh di daerah anus, memaksanya untuk membesar. Jika dilakukan berulang kali, dinding pembuluh darah akan meregang secara permanen, kehilangan elastisitasnya, dan akhirnya menjadi wasir. Mengejan yang keras juga dapat memicu wasir internal untuk turun (prolaps) ke luar anus.
Solusi:
- Jangan Paksa Diri: Jika feses tidak keluar setelah beberapa saat, jangan memaksakan dengan mengejan. Bangunlah dan coba lagi nanti.
- Atur Posisi: Posisi berjongkok (squat) lebih alami karena meluruskan rektum dan memudahkan pengeluaran feses tanpa perlu mengejan berlebihan. Gunakan bangku kaki seperti yang telah disebutkan.
- Penuhi Kebutuhan Serat dan Air: Ini adalah kunci utama untuk melunakkan feses, yang akan dibahas lebih lanjut di poin berikutnya.
Kebiasaan 3: Pola Makan Kurang Serat dan Dehidrasi
Ini adalah akar dari banyak masalah pencernaan, termasuk wasir. Kesibukan sering membuat kita memilih makanan cepat saji yang rendah serat dan lupa minum air yang cukup.
Penjelasan Medis:
Serat berfungsi untuk menyerap air dan membentuk massa feses yang lunak, padat, dan mudah dikeluarkan. Ketika asupan serat rendah dan tubuh dehidrasi, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan. Akibatnya, feses menjadi keras, kering, dan kecil, mirip seperti kotoran kambing. Feses yang keras inilah yang memerlukan usaha ekstra (mengejan) untuk dikeluarkan dan dapat melukai pembuluh darah di anus saat melewatinya.
Solusi:
- Tingkatkan Asupan Serat secara Bertahap: Targetkan 25-30 gram serat per hari. Sumber serat terbaik antara lain:
- Buah-buahan: Pir, apel (dengan kulit), berries, alpukat, pisang.
- Sayuran: Brokoli, bayam, wortel, ubi jalar.
- Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Kacang almond, edamame, chia seeds, oats.
- Sereal Gandum Utuh: Roti gandum, beras merah, quinoa.
- Minum Air yang Cukup: Minimal 8 gelas (sekitar 2 liter) per hari. Air akan bekerja sinergis dengan serat untuk melunakkan feses.
- Batasi Makanan Pemicu Sembelit: Seperti keju, daging merah berlebihan, dan makanan olahan.
Kebiasaan 4: Malas Bergerak dan Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak adalah musuh berikutnya. Baik itu karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam di depan komputer, atau kebiasaan bermalas-malasan di rumah di akhir pekan.
Penjelasan Medis:
Duduk dalam waktu lama, apalagi di kursi yang keras, memberikan tekanan konstan pada pembuluh darah di anus. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik memperlambat pergerakan usus (motilitas usus), yang berujung pada sembelit. Olahraga ringan seperti berjalan kaki membantu merangsang fungsi usus dan melancarkan sirkulasi darah di seluruh tubuh, termasuk area panggul, sehingga mencegah darah "terjebak" dan membengkak di pembuluh vena anus.
Solusi:
- Selingi dengan Berdiri dan Berjalan: Jika pekerjaan Anda menuntut untuk duduk lama, usahakan untuk berdiri dan berjalan-jalan sebentar setiap 30-60 menit. Atur alarm sebagai pengingat.
- Olahraga Rutin: Lakukan olahraga ringan hingga sedang setidaknya 30 menit, 3-5 kali seminggu. Berjalan kaki, berenang, atau yoga adalah pilihan yang sangat baik.
- Gunakan Bantal Duduk Khusus: Bantal donat (donut cushion) dapat membantu mengurangi tekanan langsung pada area anus jika Anda harus duduk dalam waktu lama.
Kebiasaan 5: Mengangkat Beban Berat dengan Cara Salah
Kebiasaan ini tidak hanya berisiko menyebabkan cedera punggung, tetapi juga sangat berbahaya bagi penderita wasir. Baik itu saat mengangkat barbel di gym, mengangkat galon air, atau bahkan menggendong anak, teknik yang salah adalah pemicunya.
Penjelasan Medis:
Saat mengangkat beban berat, secara refleks kita akan menahan napas dan mengejan—persis seperti yang terjadi saat BAB sulit. Ini disebut valsava maneuver. Tindakan ini meningkatkan tekanan di dalam perut dan dada secara ekstrem. Tekanan yang sangat tinggi ini kemudian mendorong dan memberikan beban berlebih pada pembuluh darah vena di anus, yang dapat menyebabkan pembengkakan baru atau memperparah wasir yang sudah ada.
Solusi:
- Gunakan Teknik yang Benar: Tekuk lutut, bukan pinggang. Dekatkan beban ke tubuh, kencangkan otot perut, dan gunakan kekuatan kaki untuk berdiri sambil menghembuskan napas. Jangan pernah menahan napas.
- Ketahui Batasan Diri: Jangan memaksakan diri untuk mengangkat beban yang terlalu berat, terutama jika Anda memiliki riwayat wasir.
- Hirup dan Hembuskan Napas: Selalu buang napas (hembuskan) saat Anda mengangkat beban, dan hirup napas saat menurunkannya. Ini mencegah peningkatan tekanan intra-abdomen yang tiba-tiba.
XI YAOPIN ZHI

Xi Yaopin Zhi adalah obat herbal yang digunakan untuk mengobati wasir (ambeien), yang tersedia dalam bentuk kapsul, salep, dan busa pembersih. Obat ini dipercaya dapat meringankan gejala wasir seperti nyeri, peradangan, dan pendarahan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kunyit, daun ungu, lidah buaya, dan ekstrak kulit manggis.
Beli sekarang8. Kesimpulan dan Langkah Pencegahan
Kelima kebiasaan sepele di atas—duduk lama di toilet, mengejan keras, pola makan rendah serat, malas gerak, dan mengangkat beban dengan salah—memiliki benang merah yang sama: peningkatan tekanan berulang dan berkepanjangan pada pembuluh darah di area anus. Kombinasi dari kebiasaan-kebiasaan inilah yang diam-diam menggerogoti kesehatan anus Anda dan membuat wasir semakin parah.
Mencegah dan mengelola wasir memerlukan pendekatan holistik terhadap gaya hidup. Mulailah dengan langkah-langkah sederhana ini:
- Perbaiki Pola Makan: Jadikan serat dan air sebagai prioritas.
- Dengarkan Tubuh Anda: Jangan menunda BAB dan jangan berlama-lama di toilet.
- Hidup Aktif: Lawan gaya hidup sedentari dengan bergerak lebih sering.
- Lakukan dengan Benar: Baik itu saat BAB maupun mengangkat barang.
Jika wasir yang Anda alami sudah menyebabkan nyeri hebat, perdarahan dalam jumlah banyak, atau benjolan yang tidak bisa masuk kembali, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan mengenali dan menghindari kebiasaan-kebiasaan pemicunya, Anda bisa terbebas dari gangguan wasir yang menyiksa dan menjalani hidup dengan lebih nyaman.


